Bingkai Mentari {Asemal} Harum awan membangunkanku Membuyarkan mimpi buruk semalaman Embun pagi menyapa lembut Menyentuhku terkulai tak berdaya Mengapa hari terasa berseri-seri Bangunku di sambut indahnya mentari Sejuknya udara pagi ini Membuatku terasa bahagia tak terkira Entahlah, ini apa lagi namanya Pandangan itu, sorotan tajam itu Mata yang seolah tiada mengeluh Menatapmu jauh dari hati Senyum yang menghangatkan hari Seminya mata itu Mengapa engkau sempurna? Salahkah aku ingin memuji? Rasa batin menyergah segala Penyebab kagum tercipta dengannya Bingkai fotomu lagi-lagi Terpeluk seraya membayangkan Percikan kagum ini kian indah Taman bunga cinta seakan tumbuh Menghias nama elokmu Dapatkah aku meminang cinta? Bisakah jika waktu terhenti? Sedetik saja untuk menatap wajahmu! Meski aku tahu akibatnya Meleleh kemudian tertindas mati Selesai.. Lampung, 21 Oktober 2017